Ditengah Kisruh Pulau Rempang, Direktur LAPENMI PB HMI Minta Pemkot Batam Pastikan Layanan Pendidikan Berjalan

Direktur LAPENMI PB HMI Minta Pemkot Batam Pastikan Layanan Pendidikan Berjalan

LAPENMI.ID
- Polemik Pulau Rempang diharapkan tidak menghambat akses layanan pendidikan bagi siswa di Pulau Rempang yang memanas belakangan ini.

Hal itu, disampaikan oleh Direktur Bakornas Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (LAPENMI) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Asran Siara, Rabu 27 September 2023. 

Asran Siara juga meminta pemerintah daerah dan aparat keamanan di Pulau Rempang agar menyelesaikan persoalan dengan persuasif dan dialogis.

"Akses layanan publik harus dipastikan oleh pemerintah agar terus berjalan. Juga Penting bagi kita semua menempuh langkah-langkah dialogis," terangnya.

Asran Siara juga menyayangkan adanya gas air mata masuk ke lingkungan sekolah berasal dari hutan atau area yang berada di depan sekolah. Jaraknya pun sekitar 30 meter dari gedung sekolah.

"Jangan sampai siswa takut kembali ke sekolah karena rasa tidak aman," imbuhnya.

Dikutip dari CNN Indonesia, Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM Putu Elvina menyebut para siswa takut kembali ke sekolah usai menjadi korban bentrokan di Pulau Rempang, (7/9). Temuan tersebut adalah keterangan dari pihak SMPN 22 Galang dan SDN 24 Galang.

Putu mengatakan Kepala Sekolah SMPN 22 Galang menyampaikan gas air mata masuk ke lingkungan sekolah berasal dari hutan atau area yang berada di depan sekolah. Jaraknya pun sekitar 30 meter dari gedung sekolah.

Setidaknya terdengar 3 kali dentuman dari hutan di depan SMPN 22 Galang dan menyebabkan gas air mata masuk ke lingkungan sekolah.

Selain itu, akibat dari konflik tersebut, 10 siswa dan 1 orang guru yang harus dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan karena mengalami sesak nafas hebat, pusing dan mual.

"Berdasarkan informasi dari Kepala SMPN 22, pasca peristiwa 7 September, banyak siswa yang masih merasa takut untuk kembali ke sekolah, sehingga kehadiran mereka pada Senin sesudah peristiwa terjadi tidak mencapai 100 persen. Hingga kemudian kunjungan kita, kehadiran sisiwa juga belum mencapai 100 persen," ujar Putu di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (22/9).

(***)


(Humas Lapenmi PB HMI)

0 Komentar